Di zaman sekarang, anak SMP kebanyakan sibuk main game, scroll TikTok, atau nonton YouTube. Tapi beda cerita dengan Nicholas Kartika Chandra, siswa kelas 8 di SMPK Santa Maria 2 Malang. Nicholas punya hobi yang nggak biasa: ngoleksi barang antik dan patung dewa-dewi dari berbagai kepercayaan, kayak Buddha, Khonghucu, Hindu, sampai tradisi Tionghoa kuno.
Berawal dari Rasa Penasaran
Hobi ini nggak muncul tiba-tiba. Sejak masih SD, Nicholas udah suka lihat-lihat benda kuno. Waktu itu, dia nemu sebuah patung kecil Dewi Kwan Im di toko antik milik pamannya. Entah kenapa, patung itu langsung bikin dia penasaran. Dari bentuknya yang anggun sampai makna spiritual di baliknya, semua bikin Nicholas tertarik banget.
Dari situ, dia mulai nyari tahu lebih dalam soal patung-patung dan dewa-dewi dari berbagai budaya. Akhirnya, setiap ada waktu luang, Nicholas suka jalan-jalan ke pasar loak atau toko antik buat cari barang baru buat koleksinya.
Kamar Jadi Museum Mini
Kalau masuk ke kamar Nicholas, rasanya kayak masuk ke museum kecil. Ada rak-rak penuh patung dewa-dewi, mulai dari Buddha Sakyamuni, Dewa Ganesha, Dewi Kwan Im, sampai patung-patung tradisional dari Tionghoa. Semua ditata rapi, ada lampu lembut, bahkan wangi dupa juga bikin suasana makin tenang.
Dia nggak cuma ngumpulin, tapi juga ngerawat dengan serius. Bersihin patung, nyatet asal-usulnya, bahkan baca buku atau cari info soal maknanya. Nggak heran kalau Nicholas punya pengetahuan yang luas banget soal simbol-simbol budaya dan spiritual dari berbagai tradisi.
Belajar Toleransi Lewat Koleksi
Lewat hobinya ini, Nicholas belajar banyak hal. Bukan cuma soal sejarah dan budaya, tapi juga soal toleransi dan menghargai perbedaan. Dia sadar, meskipun patung-patung itu datang dari ajaran yang beda-beda, semuanya punya pesan yang mirip: tentang kasih sayang, kedamaian, dan kebijaksanaan.
Makanya, buat dia, koleksi ini lebih dari sekadar benda antik. Ini adalah harta rohani yang bisa ngingetin kita buat hidup lebih baik dan saling menghormati satu sama lain.
Hobinya Nggak Biasa, Tapi Bermakna
Nicholas Kartika Chandra nunjukin kalau hobi itu nggak harus selalu ikut tren. Dengan ngoleksi patung dan barang antik yang penuh makna, dia udah mulai merawat warisan budaya sejak muda. Mungkin aja suatu hari nanti, koleksi Nicholas bakal jadi museum beneran yang bisa dikunjungi orang banyak.
Dan yang paling penting, lewat hobinya, Nicholas ngajarin kita satu hal: bahwa menghargai budaya dan kepercayaan orang lain itu penting — dan bisa dimulai dari hal kecil.selain itu dia juga memiliki hobi untuk mempelajari agama agama yang ada di indonesia agar ia dapat mengenal gama yang lain dan dapat menjadi toleransi







0 komentar:
Posting Komentar