1. Awal Konsep (Sebelum 1950-an)
Abad ke-4 SM: Filsuf seperti Aristoteles mulai mengeksplorasi logika formal, yang menjadi dasar pemikiran algoritmik.
-
Abad ke-17 - 19: Tokoh seperti RenΓ© Descartes dan Leibniz memikirkan tentang mesin berpikir dan logika simbolik.
-
1930-an: Alan Turing memperkenalkan mesin Turing, model komputasi teoretis yang membentuk dasar bagi komputer modern dan AI.
1950: Alan Turing menulis makalah “Computing Machinery and Intelligence”, memperkenalkan Turing Test sebagai ukuran kecerdasan mesin.
1956: Konferensi Dartmouth – disebut sebagai kelahiran resmi AI. Tokoh seperti John McCarthy, Marvin Minsky, dan Allen Newell hadir.
-
John McCarthy menciptakan istilah "Artificial Intelligence".
Program Awal AI
Logic Theorist (1955): oleh Newell dan Simon, program AI pertama untuk membuktikan teorema matematika.
-
General Problem Solver (1957): menyelesaikan berbagai masalah simbolik sederhana.
Fokus awal: Penalaran simbolik (symbolic reasoning), sistem berbasis aturan (rule-based systems).
3. Ekspektasi Tinggi dan Kemunduran (1970-an – “AI Winter”)
Permulaan Kekecewaan
-
Sistem AI awal sulit menangani masalah dunia nyata.
-
Kekurangan komputasi dan data.
-
Penelitian tidak memenuhi harapan tinggi dari pemerintah dan investor.
AI Winter
-
Terjadi dua kali: akhir 1970-an dan akhir 1980-an.
-
Pendanaan dan minat terhadap AI menurun drastis.
-
5. Era Data dan Deep Learning (2000-an - 2010-an)
-
Big Data dan GPU
-
Munculnya internet, media sosial, dan sensor → ledakan data.
-
GPU memungkinkan komputasi paralel untuk pelatihan model besar.
Deep Learning
-
Neural network dalam versi yang lebih dalam dan kompleks.
-
Tokoh penting: Geoffrey Hinton, Yann LeCun, Yoshua Bengio.
Penerapan Nyata:
-
2012: AlexNet memenangkan kompetisi ImageNet → revolusi computer vision.
-
NLP: Word2Vec, LSTM, dan BERT membawa kemajuan besar dalam pemahaman bahasa alami.
-
-
-







0 komentar:
Posting Komentar